BANDUNG, iNews.id - Di tengah keterbatasan lahan di perkotaan, Agus Hadiyana memanfaatkan kamar kos untuk beternak ayam dengan konsep urban farming. Sebanyak 22 ekor ayam dipelihara di dalam ruangan dan mampu menghasilkan hingga 18 butir telur per hari.
Warga Kota Bandung, Jawa Barat itu menyebut idenya muncul dari kekhawatirannya terhadap ancaman krisis pangan global. Kamar yang biasanya disewakan kepada penghuni kos itu kemudian diubah menjadi ruang khusus untuk memelihara ayam yang ia sebut sebagai "kamar ayam".
"Kalau disebut beternak ini terlalu besar, tapi ini sebenarnya lebih ke hobi. Kita melihat kota ini kan terlalu sempit untuk kita beraktivitas menghasilkan sesuatu karena keterbatasan lahan di rumah akhirnya kita memanfaatkan kamar yang biasanya kita kontrakan untuk orang lain kita kos kan ya kita manfaatkan saja, bukan kandang sih tapi sebenarnya lebih ke kamar ayam," ujar Agus.
Di dalam ruangan, ayam-ayam dibiarkan bergerak bebas tanpa sekat. Cara tersebut dilakukan agar perilaku alami ayam tetap muncul, termasuk mengais dan menggaruk tanah.
Untuk mengatasi bau dari kotoran ayam, Agus menggunakan campuran sekam, kapur dolomit, pasir sungai serta kotoran kambing dan sapi sebagai alas kandang.
Konsep tersebut diperolehnya dari Profesor Bayu yang memperkenalkan metode pemeliharaan ayam dengan perawatan kandang yang lebih praktis.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait