Saat itu, para korban dari kelas 7 dan 8 sekolah tersebut mengikuti latihan Pramuka berupa susur sungai. Berikut detik-detik peristiwa itu terjadi seperti disampaikan pembina pramuka Ropiah dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan MTs Harapan Baru Pesantren Cijantung Elin.
Kegiatan Pramuka berupa susur Sungai Cileueur, Dusun Wetan, Desa Utama, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, diikuti 150 siswa MTs Harapan Baru Pesantren Cijantung Ciamis dari kelas 7 dan 8. Anak-anak usia 12 dan 13 tahun itu turun ke sungai dipandu oleh pembina Pramuka, salah satunya, Ropiah.
Latihan Pramuka MTs Harapan Baru Cijantung dimulai pada pukul 14.00 WIB. Kegiatan dalam latihan Pramuka itu salah satunya adalah menyusuri lingkungan sekitar sekolah dan susur Sungai Cileueur.
Sayangnya, kegiatan berisiko tinggi itu tak dilengkapi dengan alat keselamatan lengkap. Akibatnya puluhan siswa hanyut ke tengah sungai dan tenggelam. Dari 21 siswa yang terseret arus dan tenggelam, 10 berhasil diselamatkan. Sedangkan 11 lainnya meninggal dunia.
Editor : Agus Warsudi
Kasus Susur Sungai Susur Sungai ciamis Kapolres Ciamis kabupaten ciamis polres ciamis warga ciamis
Artikel Terkait