SUKABUMI, iNews.id - Tiga wisatawan yang terdiri atas ayah dan anak serta seorang pemancing tewas terseret ombak di Pantai Tenda Biru, Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (23/3/2026). Seluruh korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah pencarian dilakukan tim SAR gabungan hingga Selasa (24/3/2026).
Tragedi ini bermula ketika korban anak berusia 8 tahun bernama Aden terseret ombak saat bermain di bibir pantai. Sang ayah dan seorang pemancing di lokasi langsung berupaya menyelamatkannya..
Upaya penyelamatan justru berujung petaka. Sang ayah, Abduloh, dan pemancing bernama Ace ikut terseret arus laut yang kuat hingga akhirnya tenggelam.
Kasi Ops dan Siaga Kantor SAR Jakarta, Akhmad Rizkiansah, menjelaskan jumlah korban dalam insiden tersebut.
"Korban ada tiga orang. Kemarin sudah ditemukan dua orang yakni ayah dan anak. Hari ini ditemukan satu korban lag," ujarnya, Selasa (24/3/2026).
Dia juga mengungkapkan kronologi kejadian yang menyebabkan tiga korban meninggal dunia.
"Kronologi bermula saat sang anak tenggelam lalu bapaknya ingin menolong namun ikut terseret arus. Di lokasi ada pemancing yang coba membantu namun juga terseret arus jadi total ada tiga korban," ucapnya.
Korban pertama yang ditemukan adalah Aden pada Senin siang setelah dilakukan pencarian selama sekitar 20 menit dari lokasi awal kejadian. Tidak lama berselang, sekitar 2 jam kemudian, jasad sang ayah, Abduloh, ditemukan di lokasi yang sama.
Kedua korban yang merupakan warga Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Sukabumi itu kemudian dibawa ke Puskesmas Ujung Genteng untuk proses visum.
Sementara itu, korban terakhir bernama Ace, warga Kalibunder, ditemukan pada Selasa siang setelah pencarian selama satu hari. Jasad korban ditemukan dalam radius sekitar 150 meter dari bibir pantai dalam kondisi tertelungkup.
Seluruh korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Ujung Genteng sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Tim SAR mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama di wilayah selatan yang dikenal memiliki gelombang tinggi.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait