SUKABUMI, iNews.id – Ambulans yang tengah mengangkut pasien terjebak dalam kemacetan parah di jalur arteri Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (23/3/2026).
Selain lonjakan volume kendaraan arus balik, aksi nekat pemotor yang melawan arus atau "ngeblong" memperparah kondisi lalu lintas di jalur tersebut.
Kemacetan panjang terpantau terjadi dari kedua arah, membuat kendaraan darurat tersebut hanya bisa bergerak perlahan di tengah kepungan ribuan kendaraan.
Kepadatan luar biasa ini berpusat di Simpang Ratu, Cibadak. Titik ini merupakan pertemuan dua arus besar secara bersamaan, yakni ribuan pemudik yang kembali dari arah Jawa Tengah serta wisatawan yang baru saja berlibur dari kawasan Pantai Palabuhanratu dan Taman Wisata Alam Situgunung menuju Jakarta.
Kondisi ini membuat waktu tempuh kendaraan membengkak berkali-kali lipat dari biasanya. Salah seorang pemudik asal Bogor, Febri, mengaku sudah terjebak selama tiga jam untuk bisa mencapai Simpang Ratu.
"Sudah tiga jam tertahan di sini. Padahal kalau kondisi normal, perjalanan ke Simpang Ratu ini biasanya cuma setengah jam," keluh Febri di lokasi.
Pemicu utama macet total di jalur ini bukan hanya karena volume kendaraan, melainkan perilaku pengendara motor yang tidak tertib. Banyaknya pemotor yang menyalip dengan mengambil jalur berlawanan arah mengakibatkan arus lalu lintas terkunci (stuck).
Hal inilah yang membuat ambulans pengangkut pasien kesulitan mendapatkan akses jalan, meski sirine telah dinyalakan berkali-kali. Ambulans terpaksa merayap di sela-sela kendaraan yang sudah tidak memiliki ruang gerak.
Polisi Terapkan One Way Sepenggal
Mengantisipasi kepadatan yang diprediksi akan terus meningkat hingga dini hari nanti, Satlantas Polres Sukabumi mulai mengambil langkah diskresi. Petugas memberlakukan sistem satu arah (one way) sepenggal guna menarik arus kendaraan yang terjebak.
"Sistem one way sepenggal diterapkan mulai dari Simpang Ratu menuju arah Exit Tol Parungkuda untuk mengurai penumpukan," tulis laporan di lapangan.
Polisi mengimbau para pengendara, terutama roda dua, untuk tetap bersabar di jalurnya dan tidak mengambil jalur lawan arah karena hal tersebut justru akan merugikan semua pengguna jalan, termasuk kendaraan darurat yang membutuhkan akses cepat.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait