Neni Aptiani, TKW asal Cianjur yang disiram bubur panas oleh majikannya di Dubai, UEA. (FOTO: iNews/M ANDI ICHSYAN)
Mochamad Andi Ichsyan

CIANJUR, iNews.id - Neni Aptiani, tenaga kerja wanita (TKW), warga Gang Edi, Kelurahan Sayang, Kecamatan/Kabupaten Cianjur, yang menjadi korban kekerasan, disiram bubur panas oleh majikan di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), telah kembali ke kampung halaman. Kondisi Neni memprihatinkan, trauma, murung, kerap menyendiri, dan mimpi buruk.

Menurut suaminya, Neni trauma berat akibat kekerasan yang menimpanya tersebut. Sejak kembali ke rumah, Neni sering burung dan menyendiri. "Terkadang, saat tertidur sering memukul-mukul," kata suami Neni.

Neni dipulangkan Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Dubai beberapa hari lalu. Korban Neni bahagia bisa kembali berkumpul bersama suami dan anak-anaknya setelah lebih dari tiga bulan bekerja menjadi TKW di Dubai, UEA.

Selama menjadi TKW di Dubai, Neni dipaksa bekerja lebih dari dua puluh empat jam hingga mengalami perdarahan akibat kelelahan. Selain itu Neni juga mengalami kekerasan fisik dan psikis yang dilakukan majikannya. Terakhir, korban Neni disiram bubur panas oleh sang majikan hanya karena menaburi bawang.

Neni mengatakan, lebih dari satu kali majikannya melakukan kekerasan fisik dan psikis, termasuk menyiramkan bubur panas kepadanya. Bahkan Neni harus membersihkan rumah yang berlantai empat dalam waktu satu jam sehingga mengakibatkan perdarahan.

"Dua hari menjelang penjemputan oleh KJRI dan angensi, saya tidak diberi makan oleh majikan. Sampai saat ini saya belum mendapatkan gaji selama satu bulan bekerja di sana," kata Neni Aptiani ditemui di rumahnya.

Menurut Neni, dirinya telah melaporkan kekerasan yang dilakukan majikan ke agensi penyalur tenaga kerja. Tetapi, pihak agensi tidak percaya. Bahkan menyebut Neni sedang bersandiwara. "Agen gak percaya saya pendarahan. Bilangnya drama (bersandiwara). Bahkan saya datang ke kantor (agensi) saat sedang sakit, mereka tidak percaya," ujar Neni.

Lantaran trauma, Neni tidak akan berangkat menjadi TKW. Dia akan membantu suaminya berjualan. Peristiwa itu menjadi pelajaran bagi Neni dan semoga tidak menimpa TKW lain.

Sementara itu, Kabid Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Cianjur Ani Nurhayati mengatakan, Pemkab Cianjur akan lebih memperketat izin pemberangkatan TKW ke luar negeri. 

"Selain itu lebih gencar melakukan sosialisasi agar warga cianjur menempuh prosedur resmi saat akan bekerja di luar negeri agar kasus seperti Neni tidak kembali terjadi," kata Ani Nurhayati.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT