Mutia mencari sang ibu yang hilang kontak 17 tahun di Hongkong. (Foto: iNews.id/Ricky Susan)
Ricky Susan

CIANJUR, iNews.id - Seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Kabupaten Cianjur yang bekerja di Hongkong tak ada kabar berita. Hampir 17 tahun PMI tersebut hilang kontak dengan keluarga.

Berdasarkan informasi, TKW atas nama Yuli Budiarti (45) berangkat pada tahun 2005 melalui sebuah perusahaan penyalur tenaga kerja di Jakarta. Namun saat ditelusuri oleh pihak keluarga, nama Yuli tak ada di daftar pekerja yang diberangkatkan.

Mutia Anggelia (22), anak kandung Yuli, warga Kampung Gombong, Desa Songgom, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, mengaku sudah satu tahun mencari informasi keberadaan sang ibu.

"Ibu saya berangkat waktu saya umur empat tahun, saat itu tahun 2005. Sempat ada kontak selama tujuh bulan dari pemberangkatan. Namun setelah itu tak ada kontak lagi," ujar Mutia, saat melakukan pelaporan ke Astakira Cianjur, Senin (17/1/2022). 

Menurutnya, dia hanya mendengar cerita ibunya dari sang kakek, jika Yuli bekerja di Hongkong. "Saya hanya mendengar ibu saya bekerja sebagai ART di Hongkong," kata Mutia.

Sampai saat ini, dirinya tidak mengetahui keberadaan ibunya tersebut di Hongkongnya di kota apa. Namun, Mutia sempat mendengar cerita neneknya pada tahun 2006 bahwa Yuli sudah tidak betah bekerja di majikannya.

"Hampir satu tahun ini saya mencari ibu bersama suami saya, saya yakin ibu masih hidup," katanya.

Bahkan, dirinya bersama suaminya Muhamad Eflin Fadilah (24) mencari ibunya di media sosial. "Upaya mencari di media sosial sudah, sempat ada yang mirip foto namun ternyata bukan," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Astakira Cianjur, Ali Hildan, membenarkan bahwa mendapat pengaduan TKW yang hilang kontak. Dia mengaku akan menindaklanjuti pengaduan tersebut.

"Kita pasti tindaklanjuti permasalahan PMI (Pekerja Migran Indonesia) yang hilang kontak ini. Namun kami akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Dinas terkait mulai dari BP2MI, KBRI Hongkong, Kemenlu, dan kementrian," kata Ali. 

Ali mengungkapkan, permasalahan PMI yang hilang kontak sering terjadi dan banyak pengaduan masuk ke Astakira. Permasalahan tersebut harus ditangani bersama. 

"Pengaduan PMI yang hilang kontak sangat banyak. Hal itu harus menjadi perhatian bersama, baik itu pemerintah maupun masyarakat," ucapnya. 


Editor : Asep Supiandi

BERITA TERKAIT