Pasien terpapar virus super flu meninggal di RSHS Bandung. (Foto: Ilustrasi AI)

Dia menambahkan bahwa hingga kini pihak rumah sakit belum dapat menyatakan virus super flu sebagai penyebab utama kematian pasien.

"Jadi apakah itu langsung disebabkan virus kita tidak bisa menyatakan, karena dia (pasien) memang memiliki komobid yang banyak," katanya.

Menurutnya, keberadaan penyakit penyerta membuat kondisi pasien menjadi jauh lebih kompleks, sehingga kematian tidak bisa serta-merta disimpulkan akibat virus super flu semata.

Pihak RSHS Bandung menyampaikan bahwa pasien terpapar virus super flu meninggal di Bandung tidak serta-merta menunjukkan bahwa virus tersebut lebih berbahaya dibandingkan Covid-19. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.

Kelompok rentan seperti lansia dan pasien dengan penyakit penyerta diminta lebih berhati-hati apabila mengalami gejala flu berat.

RSHS Bandung mengingatkan masyarakat agar tidak panik menyikapi informasi mengenai pasien terpapar virus super flu meninggal di Bandung. Warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala flu berat yang tidak kunjung membaik.

Selain itu, masyarakat diimbau tetap menjalani pola hidup sehat, menjaga daya tahan tubuh, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Dengan kewaspadaan yang tepat dan penanganan medis yang cepat, risiko dampak serius akibat virus super flu dapat ditekan.


Editor : Donald Karouw

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network