Kata Kapolres, terdapat beberapa fakta yang ditemukan dalam rekonstruksi, bahwa adanya dugaan awal tersangka meminumkan air keras terhadap korban.
"Ternyata dari hasil rekonstruksi bahwa kemungkinan korban ini terminum akibat siraman air keras yang dilakukan oleh tersangka. Karena pada saat penyiraman, korban berada di bawah tersangka yang berdiri, dan penyiraman dilakukan dengan mengarah pada mulut korban jadi dugaan adanya air keras dalam tubuh korban ini akibat ketidaksengajaan. Nanti kita lihat juga hasil dari forensik kepolisian bisa kita dapatkan berapa banyak kandungan yang ada dalam tubuh korban," ujarnya.
Sampai saat ini, kata kapolres, motif pembunuhan masih seperti dalam pemeriksaan awal, yakni tersangka sakit hati. "Motif masih seperti tahap awal, karena tersangka sakit hati kepada korban," ucapnya.
Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait