Beredar kabar pengungsi gempa Cianjur ditagih uang sewa oleh pemilik lahan vidal di medsod. (Foto: iNews.id/Ricky Susan)
Ricky Susan

CIANJUR, iNews.id - Pengungsi korban gempa Cianjur sempat viral di media sosial (Medsos). Pasalnya, beredar kabar para pengungsi diminta uang sewa lahan milik salah seorang warga di Kampung Hargem, Desa Nyalindung, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, sebesar Rp 1,5 juta.

Bupati Cianjur Herman Suherman yang mengetahui itu dibuat geram. Pihaknya mengecam jika memang sampai benar-benar terjadi adanya pungutan terhadap korban bencana gempa bumi Cianjur.

"Saya belum mengetahui informasi itu. Kalau memang sampai ada, keterlaluan. Akan saya panggil dulu," kata dia.

Bahkan, kecaman tersebut juga dilontarkan anggota DPR Dapil Cianjur-Kota Bogor, Eddy Soeparno. Menurutnya, pungutan uang sewa tersebut sangat tidak pantas lantaran kondisi bencana saat ini para pengungsi dalam situasi sulit.

"Ketika orang lain berlomba-lomba menyalurkan bantuan, ada yang justru meminta uang sewa pada pengungsi yang kesusahan. Menurut saya tidak pantas dan tidak punya rasa empati," ujarnya.


Pihaknya meminta agar kebijakan untuk relokasi pengungsi segera dilakukan ke tempat-tempat yang lebih layak seperti bangunan semi permanen. 

"Sejak seminggu setelah gempa saya sudah sampaikan pentingnya kebijakan relokasi pengungsi. Mereka tidak bisa terus-terusan tinggal di tenda darurat. Harus ada tempat yang lebih layak sebelum nanti mereka kembali ke rumah," ucapnya. 




Editor : Asep Supiandi

BERITA TERKAIT