Meski harus tidur dengan alas seadanya, para pengungsi mengaku tetap berusaha bertahan. Mereka juga harus menjalani ibadah puasa Ramadan di lokasi pengungsian.
"Di rumah takut ambruk," kata Suheti salah satu pengungsi.
Data BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat sedikitnya 90 rumah warga mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah. Sebanyak 25 rumah di antaranya rusak berat hingga ambruk, sementara 65 rumah lainnya mengalami kerusakan sedang dan ringan.
Selain merusak rumah warga, bencana tanah bergerak juga menyebabkan kerusakan pada sebuah pondok pesantren di kawasan tersebut. Hingga kini BPBD Kabupaten Sukabumi masih melakukan pendataan dan belum menetapkan status tanggap darurat terkait bencana tersebut.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait