Idad mengatakan, dari hasil susur sungai tersebut pihaknya memastikan jika tidak ada dampak negatif yang ditimbulkan. Bahkan dari hasil komunikasi langsung dengan warga, petugas UPT Pertanian, UPT Perikanan, Camat di tiga wilayah, hingga Puskesmas, semuanya tidak ada keluhan.
Memang ada imbas ke hilir, seperti beberapa kolam warga di wilayah Sarimukti, Cipatat, yang airnya berubah merah. Tapi kondisi itu tidak membuat ikan mati. Namun setelah hari berikutnya Sungai Cimeta normal, air ke wilayah hilir juga kembali normal tidak ada kandungan warna merah.
"Limbah serbuk warna merah itu water base (mudah larut dalam air) dan tidak mengendap di dasar sungai, batuan, ataupun tanaman di sekitar DAS Cimeta," ujarnya.
Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait