Sopir lainnya, Didin (50) mengaku sempat terjebak antrean kendaraan dari pukul 08.00 WIB dan hingga pukul 12.00 WIB belum masuk lokasi TPA. Bahkan pada pekan lalu dirinya sempat menginap di jalan lantaran banyak truk yang lama menurunkan muatan. "Ya jadinya kalau gitu sehari hanya bisa narik satu rit, karena waktu abis di jalan," keluhnya.
Kepala Pengelola TPA Sarimukti, Riswanto menyebutkan, kendala itu terjadi karena faktor cuaca dan alat berat yang rusak. Imbasnya kepada aktivitas menurunkan muatan sampah dari truk jadi lama. Saat ini, alat berat yang beroperasi di TPA Sarimukti cuma 4 unit meliputi 3 ekskavator dan 1 buldoser.
"Kita upayakan pelayanan bisa normal dan perbaikan alat yang rusak, sebab idealnya jumlah alat berat yang beroperasi minimal ada delapan unit," ucapnya.
Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait