"Tahun 2019 banjir seperti ini pernah terjadi, lalu dibangun TPT tahun 2020, tapi sekarang masih tetep banjir," tuturnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), KBB, Duddy Prabowo mengatakan, banjir bandang tersebut terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi. Bencana ini lebih diakibatkan karena debit air yang tinggi dan sungai tidak mampu menampung aliran air.
"Berdasarkan data ada lebih kurang 41 rumah yang sempat terendam dan ada satu masjid. Tapi di Desa Margajaya ini memang kondisinya yang paling parah karena ada sekitar 22 rumah yang terdampak," kata Duddy saat memantau ke lokasi.
Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait