Pengendara sepeda motor mengantre di salah satu SPBU di Padalarang, KBB. Hal itu akibat scan barcode error sehingga tak bisa melayani pembeli Pertalite. (Foto: iNews.id/Yuwono Wahyu)
Yuwono Wahyu

BANDUNG BARAT, iNews.id - Diduga akibat lemahnya jaringan sinyal membuat phablet electronic data capture (ED) alat untuk scan barcode di stasiun pengisian bahan bakar minyak umum (SPBU) Padalarang, Kabupaten Bandung Barat mengalami error, Rabu (31/8/2022). Akibatnya, kendaraan yang akan mengisi bahan bakar harus mengantre hingga mendadak dialihkan ke Pertamax dengan harga lebih mahal.
 
Terpantau sejumlah kendaraan roda dua di jalur khusus BBM subsidi jenis Pertalite di SPBU Caringin-Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, terlihat mengular sangat panjang. Hal itu disebabkan adanya gangguan jaringan sinyal dari WiFi sehingga tak terkoneksi pada ED, atau alat untuk scan barcode, saat konsumen hendak bertransaksi menggunakan QR.

Membuat mereka harus rela mengantre lama, demi mendapatkan bahan bakar bagi kendaraannya. Namun gangguan yang terjadi dinilai tak wajar, karena sangat memakan waktu lama hampir setengah jam.

Banyak konsumen kesal, karena banyak waktu banyak yang terbuang hanya untuk menunggu koneksi alat tersebut kembali normal. 

Mereka juga kecewa terhadap kebijakan pemerintah, karena pembelian BBM subsidi menggunakan sistem QR, dinilai terlalu ribet. Karena tidak semua orang, khususnya orangtua faham dalam mengoperasionalkan handphone.

"Sebenarnya lebih ribet, tapi mau gimana lagi kebutuhan sih. Apalagi saya perlu untuk pulang pergi kerja," kata warga, Gadis Intan Nugraha sambil mengantre.


Setelah hampir setengah jam, petugas SPBU akhirnya menyarankan konsumen menggunakan BBM nonsubsidi jenis Pertamax yang harganya jauh lebih mahal dari BBM subsidi jenis Pertalite.

Berdasarkan informasi, bahwa Pertamina mengeluarkan kebijakan pertanggal 1 Oktober, semua warga yang hendak mengisi BBM subsidi, sudah harus menggunakan dan aplikasi MyPertamina dan terdaftar. Jika tidak memiliki, maka tidak akan mendapatkan kuota dari SPBU mana pun.


Editor : Asep Supiandi

BERITA TERKAIT