Puput Putri berfoto bersama kedua orang tuanya, Misja dan Eti Rohaeti, di Gedung Sate, Kota Bandung. (FOTO: ISTIMEWA)
Inin nastain

MAJALENGKA, iNews.id - Puput Putri, anak dari pasangan suami istri (pasutri) Misja (56)- Eti Rohaeti (52) warga RT 1/1 Blok Ciburuy, Desa Sukaraja Kulon, Kecamatan Jatiwangi beruntungterpilih menjadi Pasukan Pengibar bendera (Paskibra) Tingkat Jabar pada upacara HUT ke-77 Kemerdekaan RI di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (17/8/2022). Puput merupakan putri bungsu dari tiga bersaudara yang ayahnya merupakan buruh jebor atau pabrik genting.

Terpilihnya Puput sebagai Paskibra Jabar itu memberikan kebahagiaan dan kebanggaan bagi keluarganya. Kondisi ekonomi keluarga yang berada di kelas menengah ke bawah, tidak membuat Puput minder hingga hilang kepercayaan diri.

"Dia anak bungsu dari tiga bersaudara. Ayahnya buruh di jebor (pabrik genting), dan tani. Ibunya ya IRT (ibu rumah tangga). Kadang ikut bantu jaga warung. Alhamdulillah, bisa lolos jadi satu-satunya perwakilan dari Majalengka ke tingkat provinsi," kata Dani Romdani kakak ipar Puput, Selasa (16/8/2022).

Kesuksesan Puput menjadi Paskibra Jabar, ujar Doni Romdani, tidak ditempuh secara instan. Bakat Puput yang memiliki tinggi 172 sentimeter (cm) itu sudah terlihat sejak duduk di bangku SD. Hobi Puput berlanjut saat duduk di bangku SMP, hingga akhirnya ketika SMA, dia terpilih sebagai Paskibra Provinsi Jabar.

"Dia SD di SDN 2 Sukaraja, terus SMPN 3 Jatiwangi. Sekarang, dia duduk di kelas 1 SMKN I Majalengka, dan mewakili sekolahnya, hingga lolos jadi paskibra provinsi. Alhamdulillah," ujar Dani Romdani.

Di keluarga, Puput merupakan satu-satunya anak dari pasangan Misja dan Eti yang aktif dalam bidang tersebut. Kegigihan Puput disinyalir menurun dari sang ibu, yang juga cukup aktif dalam berbagai kegiatan. "Dia satu-satunya yang aktif, dari mulai SD. Kalau tingginya mah, kayaknya ambil dari Abah (ayah)," tuturnya.

Sebagai Paskibra Jabar, Puput sudah terpisah dari keluarga sejak awal Agustus 2022 lalu. Keluarga sempat kembali bertemu saat dilakukan pengukuhan oleh Gubernur Ridwan Kamil pada Minggu (14/8/2022).

"Puput berangkat pada 4 Agustus. Kami ketemu lagi pas pengukuhan. Itu pun hanya 30 menit-an. Karena dia kan harus bergabung lagi dengan teman-temannya yang lain sesama Paskibra Jabar. Chatt juga jarang karena kan karantina," ucap Dani Romdani.

"Tapi nggak apa-apa. Ini jadi pengalaman sangat berharga, dan kami, keluarga pun cukup bahagia dengan keberhasilan Puput ini. Kami, di tengah kondisi (ekonomi) seperti ini, tapi bisa sampai ke Provinsi, yang saingannya itu nggak sedikit," ujarnya.

Dari Majalengka, tutur Doni Romdani, sebenarnya ada tiga siswa yang direkomendasikan untuk paskibra tingkat provinsi. Namun, setelah dilakukan seleksi, hanya Puput yang dinyatakan lolos. "Awalnya dua putri, satu putra," tutur Dani Romdani.

Keluarga masih harus bersabar, setidaknya sampai 21 Agustus mendatang. Pasalnya, seusai upacara 17 Agustus, Puput tidak bisa langsung pulang. "Katanya ada kegiatan lagi. Rencana pulang mungkin 21 Agustus. Kayaknya dijemput lagi dari Dispora Majalengka, seperti pas berangkat kemarin. Minta doanya, muga-muga lancar semuanya," ucapnya. 


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT