GARUT, iNews.id - Rumah guru dari puluhan murid yang diduga terpapar paham Negara Islam Indonesia (NII) di RW 05 Kelurahan Sukamenteri, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, mendadak sepi. Semua penghuni di rumah tersebut tak ada di tempat dan tidak diketahui keberadaanya.
Hak itu diketahui saat dilakukan penelusuran bersama ke rumah guru yang berinisial WY tersebut. Saat hendak menuju rumah WY di RW 05 Kelurahan Sukamenteri, terlebih dahulu harus melewati beberapa gang sempit karena rumahnya berada di dalam permukiman padat penduduk. Jarak dari jalan raya pun lumayan cukup jauh dengan menyusuri gang serta menanjak.
Begitu sampai di rumah WY, tak ada aktivitas menonjol di sekitar rumahnya. Hanya bendera merah putih saja yang terpasang di depan rumah, sedangkan pintu dalam keadaan terkunci. Saat akan diminitai keterangan guru tersebut tidak ada di tempat.
Terkait adanya 59 remaja yang diduga terpapar paham NII, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut bersama P2TP2A serta KPAI menyatakan kesiapannya untuk memulihkan psikis dari para remaja tersebut. Apalagi mereka yang terindikasi masuk NII mayoritas masih remaja yang memerlukan penanganan khusus.
"Untuk penanganan secata psikis kami siap. Persoalan ini perlu ditangani secara bersama-sama, termasuk dari pemerintah. Karena masalah seperti ini banyak di beberapa wilayah," kata Ketua MUI Kabupaten Garut, Sirojul Munir," ucap dia.
Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait