Ketua Gugus Tugas Covid-19 Jabar itu juga meminta penerapan prinsip kehati-hatian dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka karena kesehatan dan keselamatan peserta didik menjadi prioritas. Dia meminta Pemkab Cianjur untuk mulai membuat level kewaspadaan tingkat kecamatan.
"Syaratnya siapkan protokol di sekolah, jangan hanya masker tapi pakai pelindung muka juga karena virus bisa masuk lewat mata. Kapasitas kelas harus dikurangi minimal setengahnya," kata Emil.
Sedangkan terkait pelaksanaan pembagian daging saat Idul Adha, dia merekomendasikan pada mustahik dilakukan secara door to door dengan melibatkan Karang Taruna dan PKK. Tujuannya untuk menghindari potensi munculnya kerumunan.
"Jual beli hewan kurban kalau bisa online, pakai besek dan jangan paksakan semua memotong di hari H karena sesuai syariat juga bisa hingga H+3 Idul Adha," katanya.
Ketua Gugus Tugas Covid-19 Cianjur, Herman Suherman, mengatakan akan segera melakukan uji sampel di 32 kecamatan untuk memutus rantai penyebaran virus corona. Selain itu, dia menyampaikan harapan dari kepala sekolah di Cianjur, agar pembelajaran tatap muka segera dilakukan.
"Saya sudah sampaikan ke Pak Emil terkait keinginan kepala sekolah tersebut karena penerapan sekolah kembali secara tatap muka harus dikaji terlebih dahulu yang mungkin akan diterapkan awal untuk tingkat SMA sederajat," katanya.
Editor : Rizal Bomantama
Artikel Terkait