Relawan Merdeka Berdaulat untuk Erick Thohir menyerahkan wakaf Alquran dan alat sholat ke Pondok Pesantren Miftahusshidiq, Kampung Cipataruman, Desa Sindangkerta, Kecamatan Cililin, KBB. (Foto/Istimewa)
Adi Haryanto

BANDUNG BARAT, iNews.id - Relawan Merdeka Berdaulat menggelar aksi simpatik melalui kegiatan wakaf Alquran dan pembagian alat salat ke Pondok Pesantren Ponpes Miftahusshidiq, Kampung Cipataruman, Desa Sindangkerta, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Relawan Merdeka Berdaulat kepada ponpes.

Koordinator Relawan Merdeka Berdaulat Dzikri Fauzan Hakim mengatakan, ingin berbagi kepedulian terhadap dunia pendidikan khususnya pendidikan keagamaan.

"Aksi ini spontanitas dari para pemuda Relawan Merdeka Berdaulat untuk Erick Thohir dalam membangun dunia pendidikan khususnya di lingkungan pesantren," kata Dzikri Fauzan Hakim, Sabtu (8/1/2022).

Menurutnya, selain dari semangat kepedulian dan rasa simpati, kegiatan ini menggambarkan perwujudan dari semangat tokoh nasional yang juga menteri BUMN Erick Thohir. Figur yang konsen terhadap kemajuan perekonomian negara serta sangat peduli terhadap agama Islam.

Faktanya, bersama Yayasan Erick Thohir, beliau sering memberikan berbagai bantuan dan melaksanakan kegiatan sosial. Termasuk membangun Masjid At-Thohir di Depok, hingga Mesjid At-Thohir di Los Angeles, Amerika Serikat. 

"Kami semua belajar dari Pa Erick Thohir, untuk mulai melakukan kebaikan kecil dan sederhana yang bisa dilakukan di lingkungan masyarakat," ujarnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Miftahusshidiq ustaz Muhsin merasa terharu dengan kepedulian anak-anak muda yang tergabung dalam Relawan Merdeka Berdaulat untuk Erick Thohir. Semoga apa yang telah diberikan bermanfaat dalam menunjang kegiatan pengajian dan belajar para santri.

"Kami merasa bahagia menerima bantuan ini dan berterima kasih kepada para Relawan Merdeka Berdaulat untuk Erick Thohir. Semoga Allah SWT menggantikan harta yang telah diberikan dan dimudahkan cita-cita dan segala tujuannya," kata ustaz Muhsin.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT