Dia mengatakan, berhentinya produksi tahu tidaklah sendiri, melainkan serentak dilakukan oleh 50 pabrik tahu yang ada di Purwakarta. Begitu pula semua karyawan harus dirumahkan sampai batas waktu yang belum ditentukan.
Sampai saat ini pihaknya berharap pemerintah segera turun tangan mengatasi persoalan ini. “Harapnnya kedelai disalurkan lagi oleh Bulog. Tidak seperti sekarang menjadi permainan para spekulan,” ujarnya.
Dia juga mengaku sempat mendapat dana stimulus berupa Bantuan Sosial (bansos) UMKM. Tapi sama sekali tidak mampu tak membantu agar proses produksinya tetap berjalan.
Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait