Petugas Inafis Polres Ciamis mengukur kedalaman Leuwiili di tengah Sungai Cileueur yang merupakan TKP tewasnya 11 siswa MTs Harapan Baru. (Foto: iNews/ACEP MUSLIM)

CIAMIS, iNews.id - Kasus petaka susur sungai yang menewaskan 11 siswa dan siswi MTs Harapan Baru Pondok Pesantren (Ponpes) Cijantung, masih dalam proses penyelidikan Satreskrim Polres Ciamis. Untuk mengusut tuntas kasus ini, Satreskrim Polres Ciamis kembali menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) di Sungai Cileueur, Kamis (4/11/2021).
 
Namun, sampai saat ini, penyidk Polres Ciamis belum menetapkan tersangka kasus yang terjadi pada Jumat 15 Oktober 2021 petang lalu. Semua saksi, baik warga, siswa, pembina Pramuka, maupun guru yang ikut dalam kegiatan itu sudah dimintai keterangan.  

Pantauan di Sungai Cileueur, Kampung Wetan, Desa Utama, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, olah TKP kedua kalinya dilaksanakan oleh tim Indonesia Automatic Finger Print Identification System (Inafis) Polres Ciamis.

Untuk sampai ke tengah, Leuwiili, Sungai Cileueur, petugas Inafis menggunakan perahu kano dengan alat keselamatan lengkap. Di tengah sungai, polisi mengukur kedalaman.

Kepala Urusan Hubungan Masyarakat (Paur Humas) Polres Ciamis Iptu Magdalena mengatakan, olah TKP kedua ini dilakukan untuk melengkapi penyelidikan.

"Perlu dijelaskan, kami kembali melakukan olah TKP karena masih ada kekurangan dalam hasil oleh TKP awal. Makanya sekarang dilakukan pengukuran (kedalaman sungai) di mana para korban melintas di Leuwiili, Sungai Cileueur ini," kata Iptu Magdalena, Kamis (4/11/2021).

PIptu Magdalena menyatakan, kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Setelah seluruh hasil penyelidikan lengkap, Satreskrim Polres Ciamis akan melakukan gelar perkara untuk menentukkan kasus naik ke penyidikan ataun tidak. Jika naik ke penyidikan, polisi akan menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. 

"Mudah-mudahan sebentar lagi masuk ke tahap penyidikan untuk mengungkap siapa yang bertanggung jawab dalam peristiwa tersebut. Pertimbangan psikologis keluarga korban dalam pemeriksaan saksi harus hati-hati, karena melibatkan siswa," ujar Iptu Magdalena.

Paur Humas Polres Ciamis menuturkan, penyidik Polres Ciamis telah memeriksa sejumlah saksi, baik warga sekitar maupun para siswa, pembina Pramuka, maupun guru MTs Harapan Baru Pesantren Cijantung.

"Sekali lagi, penyidik sangat berhati-hati dalam menuntaskan pengusutan kasus ini terutama untuk mengarah siapa yang bertanggung jawab," ucap Paur Humas Polres Ciamis.

Diketahui, 11 siswa MTs Harapan Baru Pesantren Cijantung, Ciamis meninggal akibat terseret arus dan tenggelam di Sungai Cileueur, Dusun Wetan, Desa Utama, Kecamatan Cijeungjing, Ciamis pada Jumat 15 Oktober 2021 sore.

Saat itu, para korban dari kelas 7 dan 8 sekolah tersebut mengikuti latihan Pramuka berupa susur sungai. Berikut detik-detik peristiwa itu terjadi seperti disampaikan pembina pramuka Ropiah dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan MTs Harapan Baru Pesantren Cijantung Elin.

Kegiatan Pramuka berupa susur Sungai Cileueur, Dusun Wetan, Desa Utama, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, diikuti 150 siswa MTs Harapan Baru Pesantren Cijantung Ciamis dari kelas 7 dan 8. Anak-anak usia 12 dan 13 tahun itu turun ke sungai dipandu oleh pembina Pramuka, salah satunya, Ropiah.

Latihan Pramuka MTs Harapan Baru Cijantung dimulai pada pukul 14.00 WIB. Kegiatan dalam latihan Pramuka itu salah satunya adalah menyusuri lingkungan sekitar sekolah dan susur Sungai Cileueur.

Sayangnya, kegiatan berisiko tinggi itu tak dilengkapi dengan alat keselamatan lengkap. Akibatnya puluhan siswa hanyut ke tengah sungai dan tenggelam. Dari 21 siswa yang terseret arus dan tenggelam, 10 berhasil diselamatkan. Sedangkan 11 lainnya meninggal dunia. 


Editor : Agus Warsudi

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network