CIAMIS, iNews.id – Simpatisan Habib Rizieq Shihab (HRS) di Ciamis mulai mengubah strategi untuk penguatan tuntutan pembebasan HRS dan pengusutan tuntas kasus penembakan enam Laskar FPI di Km 50 Tol Jakarta-Cikampek (Japek). Strategi yang dilakukannya adalah lebih mengedepankan aksi sosial dan doa bersama.
Perubahan strategi itu pun menyusul terbitnya Surat Edaran Dewan Pimpinan Front Pembela Islam tertanggal 21 Desember 2020 yang ditanda tangani Ketua Umum FPI KH Ahmad Shabri Lubis. Tedapat tiga instruksi dalam surat itu yang menekankan agar selalu waspada serta hindari segala ajakan untuk melakukan berbagai tindakan kekerasan apalagi tindakan terorisme.
Instruksi kedua, selalu waspada terhadap gerakan rekayasa memfitnah dan menteroriskan FPI, akan terus berjuang dengan menempuh jalur-jalur konstitusional. Instruksi terakhir adalah agar mengikhlaskan niat dalam berjuang sekaligus memperbanyak doa, zikir, istigfar taubat, shalawat, istigosah, ratib, puasa sunah dan hizb nashor serta memperbanyak hasbunallahahu wanimal wakil.
“Apa yang dilakukan ini bukan berarti cooling down, tapi lebih kepada mengubah strategi perjuangan. Kalau disebut cooling down berarti bisa dikatakan tidak berjuang,” kata Ketua Front Santi Indonesia Jawa Barat, Wawan Abdul Malik Marwan, Senin (21/12/2020).
Dia menyadari, banyak fitnah yang sekarang harus dihadapi. Satu-satu cara menjawab fitnah tersebut yakni dengan berbagai kegiatan sosial dan doa bersama. Termasuk di organisasi Front Santri Indonesia Jawa Barat yang dipimpinnya juga akan lebih mengedepankan kegiatan-kegiatan tersebut.
“Selama ini kan jarang muncul kegiatan-kegiatan sosial yang sudah dilakukan. Makanya sekarang kita intensifkan kegiatan-kegiatan sosial,” ujar dia.
Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait