"Imbas dari pergerakan tanah ini ada delapan rumah yang terancam, satu tempat ibadah (masjid), dan satu bangunan tempat usaha," ujar Duddy Prabowo.
Kepala Pelaksana BPBD KBB menuturkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini dan warga juga tidak ada yang diungsikan. Kebanyakan rumah yang terdampak kerusakan adalah bagian belakang dan kebanyakan rusak ringan. "Sebagai antisipasi, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan aparat kewilayahan dan melakukan assesment," tuturnya.
Berdasarkan catatan BPBD KBB, kata Duddy Prabowo, lokasi tersebut sudah pernah diassesment oleh tim dari Badan Geologi pada bulan Maret 2019 dan kondisinya memang rawan.
"Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada khususnya ketika hujan besar karena dikhawatirkan dapat terjadi pergerakan tanah susulan," ucap Duddy Prabowo.
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Desa Cintaasih, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menyiapkan dua tempat relokasi bagi 30 kepala keluarga (KK) korban bencana pergerakan tanah. Dua lokasi alternatif itu direkomendasikan oleh Badan Geologi dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB.
Editor : Agus Warsudi
pergerakan tanah bencana tanah bergerak fenomena tanah bergerak tanah bergerak bandung barat kabupaten bandung barat bpbd bandung barat
Artikel Terkait