Untuk membuat sebuah cincin, Reno harus membuat pola terlebih dahulu. Selanjutnya menggergaji dan menghaluskan kayu yang kemudian finishing berupa pengecatan agar mengkilap. Sementara untuk membuat kalung dan anting-anting atau bros, Reno menggunakan mesin cetak laser.
"Awalnya sih iseng memanfaatkan limbah kayu saat saya kuliah di tahun 2019 lalu. Namun ternyata mendapat respon tinggi, baik dari teman kuliah maupun pemesan lain," ujar Reno, Kamis (26/5/2022).
Setelah itu, Reno mencoba memasarkan dengan menggunakan media sosial. Tanpa diduga penjualan aksesorisnya semakin meningkat. Bahkan, produknya sudah menembus pasar luar negeri. Kerajinannya pun dibanderol cukup murah dari mulai Rp25.000 hingga Rp50.000 per buah.
Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait