Sebelum peristiwa penusukan terjadi, anaknya bersama teman-temannya sebanyak enam motor berangkat dari Ciparay, Majalaya menuju Jalan Lodaya, Kota Bandung untuk nongkrong.
"Almarhum ini kebetulan anggota XTC dan saat itu dibubarkan oleh seniornya, mereka lanjut perjalanan menuju daerah Braga melewati jalan Sadakeling dan menurut saksi di situ ada keributan. Almarhum turun dari motor, tapi teman-teman yang lain sebanyak enam motor pergi meninggalkan Bintang," tutur Hanni.
Hanni pun mempertanyakan alasan teman-temannya pergi begitu saja meninggalkan anaknya.
"Tapi saksi semuanya bilang tidak tahu dan tidak mendengar saat almarhum turun dari motor," ujarnya.
Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait