Warga mengantre untuk mendapatkan Pertalite di SPBU. (FOTO: iNews/ERVAN DAVID)
Ervan David

BANDUNG, iNews.id - Dua hari menjelang penerapan pembelian pertalite dan solar subsidi menggunakan aplikasi MyPertamina, para sopir angkot di Kota Bandung mengaku keberatan. Pasalnya, mereka harus membeli android agar bisa menggunakan aplikasi tersebut.

Kebijakan seperti itu dirasa sopir sangat memberatkan karena harga android lumayan cukup mahal. Selama ini mereka banyak yang menggunakan hanphone jadul.

Selain itu, para sopir angkot dan bus di Terminal Cicaheum ini pun menyebutkan, seharusnya pemerintah dapat melihat kondisi masyarakat secara langsung. 

"Berarti harus beli android jika ingin mendapatkan pertalite. Selain itu tidak semua sopir juga bisa mengoperasikan android pada saat  membeli BBM melalui aplikasi MyPertamina," kata Usep, salah seorang sopir di Terminal Cicaheum Bandung, Kamis (30/6/2022).  

Sopir lainnya, Dedi mengaku ingin dikembalikan seperti semula. Pembelian BBM tidak perlu lagi ada syarat harus menggunakan aplikasi.

"Sehari kebutuhan BBM sekitar 15 liter, kami harap jangan menambah kesulitan bagi kami selaku masyarakat kecil," ujarnya.

Sementara itu, pemerintah masih belum dapat menyosialisasikan kebijakan aplikasi MyPertamina seara merata ke seluruh masyarakat. Akibatnya, banyak masyarakat merasa kebingungan serta mengeluh atas kebijakan tersebut.


Editor : Asep Supiandi

BERITA TERKAIT