"Contohnya di Ciseupan, awalnya hasil panen hanya sekitar 4,1 ton/hektare gabah kering, setelah pake jamu itu naik jadi 8,3 ton per hektare," tutur Mita.
Upaya lain yang dilakukan adalah, penggunaan Varietas Unggul Baru (VUB), penerapan teknologi sistem tanam jajar legowo, pemakaian pupuk berimbang.
Kemudian penggunaan alat mesin pertanian secara optimal, pengendalian hama dan penyakit tanaman hingga panen tepat waktu. "Kami berharap meski lahan pertanian di Cimahi sedikit tapi hasil panennya bisa maksimal," katanya.
Editor : Agus Warsudi
kota cimahi bahan pangan harga pangan impor bahan pangan keamanan pangan kedaulatan pangan ketahanan pangan komoditas pangan jawa barat
Artikel Terkait