Meski demikian, layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk sementara dibatasi. Pasien dengan kondisi darurat berat tetap ditangani, sedangkan pasien nonkritis diarahkan ke rumah sakit lain di wilayah Karawang.
Sejumlah layanan penunjang seperti laboratorium dan radiologi juga sempat dihentikan sementara. Namun, peralatan medis vital dan penyimpanan darah telah diamankan sesuai prosedur keselamatan.
Dokter Andri menyebutkan, sekitar 200 pasien terdampak akibat pemadaman listrik imbas panel listrik RSUD Karawang terbakar. Pasien di ruang ICU dipastikan dalam kondisi aman karena perangkat medis dilengkkapi sistem Uninterruptible Power Supply (UPS) yang mampu bertahan hingga empat jam sebelum genset beroperasi penuh.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pasien, keluarga pasien, dan masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ujarnya.
Dia menambahkan, pasokan listrik dari PLN ditargetkan kembali normal sekitar pukul 15.00 WIB setelah proses penyambungan kabel selesai dilakukan. Panel listrik yang terbakar merupakan instalasi lama yang telah digunakan sejak RSUD Karawang berdiri pada 2002-2003.
“Panel listrik ini memang sudah masuk dalam rencana penggantian. Setelah kejadian ini, proses penggantian harus segera dilakukan,” katanya.
Pihak RSUD Karawang mengapresiasi langkah cepat BPBD Karawang dan PLN Karawang dalam menangani kebakaran. Peristiwa panel listrik RSUD Karawang terbakar ini menjadi evaluasi penting untuk mempercepat pembaruan instalasi kelistrikan rumah sakit.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait