KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman saat menyampaikan orasi ilmiah dalam Dies Natalis ke-61 Unswagati Cirebon. (Foto: Pendam Siliwangi)
Agus Warsudi

BANDUNG, iNews.id - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman menyampaikan orasi ilmiah dengan tema "Peran Mahasiswa Dalam Sistem Pertahanan Yang Bersifat Semesta". Orasi ilmiah itu disampaikan KSAD dalam Dies Natalis ke-61 Uniswagati Cirebon di Auditorium Kampus 1 Unswagati pada Minggu 16 Januari 2022. 

Dalam orasi ilmiah, KSAD yang merupakan Pembina Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ) ini mengatakan, di era disrupsi, telah terjadi inovasi dan perubahan besar-besaran secara fundamental mengubah sistem tatanan ke cara baru yang cenderung menggunakan teknologi internet sebagai kelompok utama.

Saat ini, kata Jenderal TNI Dudung Abdurachman, pengguna internet di Indonesia mencapai 175,4 juta orang dengan penggunaan waktu rata-rata selama 7 jam 59 menit per hari. Para pengguna internet itu rata-rata fokus perhatian dari generasi milenial, remaja dan pemuda, sekitar 12 detik. Sedangkan di kalangan generasi pascamilenial atau dewasa hanya 8 detik.

"Generasi milenial saat ini selalu menginginkan sesuatu yang instan, mudah, dan serba cepat. Semua ini mereka dapatkan melalui media internet. Padahal, sebagian itu (informasi di internet) mengandung kebohongan. Bahkan dapat menjadi kebenaran hanya dengan memainkan emosi dan perasaan. Hal ini, tentu (dapat) dimanfaatkan oleh kelompok atau golongan (untuk tunjuk tertentu),” kata KSAD.

Jenderal TNI Dudung Abdurachman menyatakan, ceramah yang disampaikan oleh Habib Ali Al-Jufri Negara Yaman berdakwah dengan tata cara dan ajaran Rosulullah SAW dengan mengedapankan ahlak. Dakwahnya diterima oleh seluruh kalangan di berbagai belahan dunia.

"Selaras dengan itu, dalam menghadapi ancaman yang semakin kompleks ini, maka dibangunlah suatu sistem pertahanan yang bersifat semesta," ujar Jenderal TNI Dudung Abdurachman.

Sistem pertahanan semesta (sishanta), tutur KSAD, tidak hanya menjadi domain TNI, tetapi melibatkan seluruh warga negara, termasuk mahasiswa, wilayah, dan sumber daya negara yang diselenggarakan secara total, terpadu, terarah, dan berlanjut untuk mengadapi segala ancaman.

“Tidak boleh terkotak-kotak dalam kepentingan kelompok. Harus memiliki komitmen, loyalitas dan integritas untuk kepentingan masyarakat dan negara,” tutur KSAD.

Jenderal TNI Dudung Abdurachman berpesan kepada seluruh masyarakat, terutama mahasiswa dan civitas akademikan Unswagati yang hadir, agar menghormati perbedaan, bangun semangat untuk bersatu, kobarkan semangat rela berkorban, pantang menyerah, tumbuhkan optimisme, percaya diri, nasionalisme, dan harga diri.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT