KUNINGAN, iNews.id - Sebanyak 95 calon jemaah umrah asal Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, terkatung-katung usai gagal berangkat ke Tanah Suci diduga akibat keterlambatan penerbitan visa. Sebagian jemaah bahkan bertahan di Jakarta dengan biaya pribadi sambil menunggu kepastian dari penyedia jasa perjalanan.
Calon jemaah awalnya dijadwalkan terbang pada Sabtu (1/8/2026) malam. Namun, proses keberangkatan tidak dapat dilakukan karena visa disebut baru terbit sekitar 40 menit sebelum jadwal pesawat.
Keluarga calon jemaah, Bilal Khoirul mengatakan, jemaah telah diminta melakukan proses check-in pada pukul 21.00 WIB. Akan tetapi, hingga waktu tersebut visa belum diterbitkan.
“Jadi kenapa bisa gagal berangkat? Yang pertama ada kendala teknis error di visanya sehingga keterlambatan visa. Jam 9 malam harus check-in tapi visanya belum keluar. Kemudian 40 menit sebelum berangkat visa keluar, tapi pihak pesawat atau bandaranya sudah gak bisa berangkat, sudah lewat waktunya,” ucapnya, Senin (3/8/2026).
Setelah keberangkatan dibatalkan, para calon jemaah sempat menunggu di lobi sebuah hotel di kawasan Cengkareng. Mereka dilanda kebingungan karena belum mendapatkan kepastian mengenai jadwal keberangkatan pengganti.
Setelah menginap satu malam, sebagian besar calon jemaah memilih kembali ke Kuningan. Sementara sekitar 30 orang masih bertahan di Jakarta dengan menginap di hotel maupun rumah kerabat.
“Beberapa jemaah ingin menanyakan kejelasan, kira-kira kapan jemaah yang 95 orang itu berangkat. Bahkan ada sekitar 30 jemaah masih menunggu kepastian, mereka di Jakarta tinggal di hotel maupun rumah kerabat yang tentunya membutuhkan biaya,” ujarnya.
Kondisi tersebut menambah beban para calon jemaah karena harus mengeluarkan biaya tambahan untuk kebutuhan penginapan, konsumsi, dan transportasi selama berada di Jakarta.
Calon jemaah dan keluarga kemudian mendatangi kantor penyedia jasa perjalanan haji dan umrah pada Senin (3/8/2026) siang. Mereka meminta penjelasan sekaligus pertanggungjawaban mengenai kegagalan keberangkatan tersebut.
Dalam pertemuan itu, pihak travel disebut masih mengupayakan pemberangkatan seluruh jemaah pada 4 atau 5 Agustus 2026. Kesepakatan tersebut telah dituangkan dalam perjanjian bermaterai dengan pihak pimpinan travel.
“Setelah diskusi, ternyata pihak travel masih sedang mengusahakan untuk berangkat tanggal 4-5 (Agustus). Sudah ada perjanjian di atas materai dengan pimpinan,” katanya.
Para jemaah untuk sementara masih memberikan kesempatan kepada pihak travel untuk menjalankan komitmen tersebut. Mereka berharap seluruh peserta dapat segera diberangkatkan tanpa kembali mengalami penundaan.
Hingga pertemuan selesai, calon jemaah dan keluarga masih menunggu kepastian jadwal penerbangan serta penyelesaian masalah yang mereka alami. Sementara pihak penyedia jasa perjalanan belum memberikan keterangan kepada awak media.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait