Bripda Andi Sonjaya mencium kaki ayahnya Udin Sudrajat yang berprofesi sopir angkot. (FOTO: HUMAS POLDA JABAR)
Agus Warsudi

BANDUNG, iNews.id - Momen haru terlihat saat upacara penutupan Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri Gelombang I Tahun 2022 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jabar, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Kamis (7/7/2022). Bripda Andi Sonjaya, lulus terbaik, bersimpuh dan mencium kaki ayahnya, Udin Sudrajat (68), sopir angkot Elang-Cicadas, Kota Bandung.

Sebelum bersimpuh dan mencium kaki ayahnya, Bripda Andi Sonjaya memberikan hormat. Kemudian, dia bersimpuh bertumpu lutut dan mencium kaki sang ayah. Tangis bahagia ayah dan anak itu pun pecah. Mereka berpelukan. Tak lama kemudian, Bripda Andi Sonjaya kembali memberi hormat kepada ayahnya. 

Suasana haru juga dirasakan para siswa, undangan, dan pejabat utama Polda Jabar yang hadir dalam upacara penutupan Diktukba Polri Gelombang I Tahun 2022 itu, termasuk Kapolda Jabar Irjen Pol Suntana yang bertindak sebagai inspektur upacara (irup). 

Kapolda Jabar Irjen Pol Suntana memeluk Udin Sudrajat, sopir angkot yang anaknya Bripda Andi Sonjaya berhasil jadi polisi. (FOTO: Humas Polda Jabar)

Irjen Pol Suntana turun dari panggung untuk memberikan ucapan selama kepada Udin Sudrajat dan Bripda Andi Sonjaya, warga Jalan Emong, Kelurahan Burangrang, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung itu. "Terima kasih kepada Bapak Kapolda Jabar, kami merasa bangga sekali ternyata anak sopir angkot bisa jadi polisi. Alhamdulillah" kata Udin Sudrajat.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, terlihat dari pelantikan Bintara Polri Gelombang I tahun 2022 di SPN Polda Jabar, terdapat beberapa peserta merupakan anak dari keluarga tidak mampu. Seperti, anak tukang bangunan dan sopir angkot. "Ini menunjukan penerimaan yang dilaksanakan  objektif, transparan dan akuntabel," kata Kabid Humas Polda Jabar.

Kombes Pol Ibrahim Tompo menyatakan, dengan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis (Betah), diharapkan kaderisasi Polri benar -benar bersih tanpa kontaminasi kecurangan sehingga yang diterima benar-benar seusai standard kompetensi yang diharapkan dan mampu melaksanakan pendidikan dengan baik.

Pada penerimaan Bintara Polri Gelombang I Tahun 2022, ujar Kombes Pol Ibrahim Tompo, dilaksanakan secara transparan. Tidak ada upaya-upaya yang bersifat subjektif dan memengaruhi kepanitiaan. Di samping itu, Polda Jabar mempunyai sistem dan mekanisme yang sama sekali tidak bisa diintervensi.

"Masyarakat kami harapkan bisa memahami bahwa penerimaan ini (Bintara Polri) betul-betul tidak bisa dengan titipan, apalagi menggunakan uang," ujar Ibrahim Tompo.

Kabid Humas Polda Jabar menuturkan, jika ingin menjadi Bintara Polri, para orang tua diimbau mempersiapkan anak-anaknya dengan mengikuti pelatihan-pelatihan dan mengolah kompetensinya. Sehingga, saat seleksi, calon Bintara Polri dapat  melalui seleksi dan mempunyai standard kemampuan mumpuni sehingga dapat bersaing dengan peserta lain.

"Dari proses seleksi yang obyjktif tersebut kami mengharapkan dapat menjaring calon-calon polisi yang mempunyai kompetensi bagus agar nanti bisa bertugas dengan baik di lapangan nanti," tutur Kabid Humas Polda Jabar.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT