Kepala SKW V BBKSDA Jawa Barat, Vitriana Yulalita mengatakan, pemeriksaan fisik awal diperlukan untuk memastikan kondisi kesehatan sang macan pasca-konflik dengan warga.
"Satwa akan langsung kami evakuasi ke Pusat Rehabilitasi Satwa di kawasan Cikembulan. Di sana akan dilakukan pemeriksaan menyeluruh dan observasi. Jika kondisinya sudah sehat dan sifat liarnya masih bagus, secepatnya akan kami lepas liarkan kembali ke habitat aslinya," kata Vitriana.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait