Prasasti Batu Tulis di Bogor salah satu peninggalan Kerajaan Pajajaran. (Foto: Istimewa)

Pendek kata, kedua sungai itu menjadi urat nadi kehidupan ekonomi Pajajaran. Ditambah dengan Sungai Cipakancilan yang melewati tengah-tengah ibu kota kerajaan yang pasti memiliki peran besar dalam mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari penduduk kota. 

Ketika sungai ini betul-betul mengalir di ibu kota dan sejajar beberapa kilometer, maka wilayahnya dinamakan Pajajaran, artinya tanah dua tiga aliran. Begitulah Ten Dam menafsirkan wilayah ibu kota Kerajaan Pajajaran.

Nama kota umumnya kerap menjadi nama negara. Sedangkan kata Pakuan, menurutnya bukan nama tetapi kata jenis yang berarti kota. Ten Dam mengartikan Pakuan sebagai kota dan keraton disebut kedatuan. Adapun nama ibu kotanya Pajajaran yang kemudian digunakan sebagai nama kerajaan. 

Penafsiran Ten Dam ini identik dengan Kota Bogor. Keberadaan Pakuan diapit oleh Sungai Ciliwung dan Cisadane. Kedua sungai itu terlihat sejajar apabila diamati menggunakan peta Kota Bogor. 

Kedua sungai itu juga berkelok-kelok di bilangan Kota Bogor. Selain itu di antara kedua sungai itu ada satu sungai lagi yang cukup besar bernama Sungai Cipakancilan. Sungai ini juga tak kalah berkelok-keloknya.


Editor : Reza Yunanto

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network