Polisi menjaga ketat lokasi minimarket di Pasirjambu, Kabupaten Bandung, yang roboh beberapa waktu lalu. (FOTO: ISTIMEWA)
Saufat Endrawan

BANDUNG, iNews.id - Minimarket di Jalan Raya Soreang-Ciwidey, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, yang roboh beberapa waktu lalu, sampai saat ini dijaga ketat polisi. Penjagaan dilakukan untuk mengantisipasi penjarahan barang dagangan di minimarket itu.

Polresta Bandung memasang garis polisi dan menyiagakan personel. Petugas siaga selama 24 jam. Sementara manajemen minimarket meliburkan para karyawan yang trauma akibat peristiwa itu.

Kasatreskrim Polresta Bandung AKP Oliestha Ageng Wicaksana mengatakan, minimarket yang ambruk itu berstatus quo. Penyidik Satreskrim Polresta Bandung melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi termasuk manajemen minimarket.  

"Siapa pun tidak boleh masuk termasuk karyawan, khawatir ada barang dan barang bukti hilang dan khawatir ada kejadian susulan," kata KAsatreskrim Polresta Bandung, Selasa (20/9/2022).

AKP Oliestha Ageng Wicaksana menyatakan, pascakejadian, Satreskrim Polresta Bandung menurunkan tim penyidik termasuk tim Inafis untuk melakukan penyelidikan. Robohnya minimarket itu diduga akibat kelalaian.

"Alhamdulilah tidak ada laporan korban jiwa maupun luka saat kejadian. Setalah selesai penyelidikan hasilnya akan kami umumkan termasuk kepada awak media. Kami masih memeriksa beberapa saksi," ujar AKP Oliestha Ageng Wicaksana.

Diberitakan sebelumnyam bangunan minimarket di samping SPBU Pasirjambu, Desa Cisondari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, roboh rata tanah, Kamis (15/9/2022) sekitar pukul 15.30 WIB. Beruntung, peristiwa itu tidak menimbulkan korban luka dan jiwa.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, bangunan roboh tersebut milik Cecep Nugraha yang disewa oleh salah satu perusahaan ritail. Kronologi kejadian, salah satu karyawan merasa curiga dengan tiang beton penyangga bangunan yang terlihat agak bengkok dan retak.

Melihat kondisi itu, karyawan yang berjumlah lima orang segera keluar dari dalam minimarket. Beberapa detik kemudian, bangunan ambruk. Ternyata di dalam bangunan ada dua petugas bank sedang mengisi mesin ATM.

Kedua petugas bank, Muhamad Reza (operator) dan Dadang Supriatna (sekuriti) berhasil menyelamatkan diri dari celah-celah bangunan. Walau pun tertimbun bangunan, mereka berhasil selamat dan tidak ada sedikit pun cedera.

Kapolresta Bandung Kombes Kusworo Wibowo membenarkan peristiwa yang menghebohkan warga dan viral di media sosial (medsos) tersebut. "Benar," kata Kapolresta Bandung melalui pesan singkat.

Kombes Pol Kusworo menyatakan, petugas kepolisian langsung meluncur ke lokasi tak lama setelah bangunan minimarket itu roboh. Tak ada korban luka dan meninggal dunia dalam peristiwa itu. 

Petugas minimarket yang berada di dalam sempat menyelematkan ketika mengetahui tanda-tanda bangunan bakal roboh. Untuk mengetahui penyebab robohnya bangunan minimarket itu, polisi melakukan penyelidikan.

"Tidak ada korban jiwa dan tidak ada warga yang tertimpa karena ada suara-suara akan ambruk dan pekerja segera keluar. Polisi dari Polsek Pasirjambu segera ke lokasi mengevakuasi warga dan membuat parimeter aman," ujar Kombes Pol Kusworo Wibowo.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT