SUBANG, iNews.id - Sebuah mesin boiler pabrik tepung di Kecamatan Patokbeusi, Kabuapten Subang, Jawa Barat, meledak, Jumat (28/1/2022) pagi. Sebanyak 16 pekerja mengalami luka bakar akibat ledakan tersebut.
Ke-16 korban dibawa ke klinik terdekat untuk mendapatkan perawatan. Luka bakar yang dialami para korban bervariasi, dari ringan, sedang, hingga berat. Para korban kemudian dibawa ke klinik terdekat menggunakan mobil bak terbuka.
Video amatir yang berisi rekaman sesaat setelah mesin boiler pabrik tepung PT Budi Makmur Perkasa itu meledak, beredar di masyarakat. Dalam video terlihat, para korban yang mengalami luka bakar dibawa keluar dari dalam pabrik. Tampak kepanikan para pekerja di pabrik tersebut.
Peristiwa ini menghebohkan warga sekitar karena suara ledakan mesin boiler terdengar sampai radius 3 kilometer (km) dari lokasi kejadian. "Ya ledakannya keras. Kan mesin boiler yang meledak," kata Mulyono, kerabat korban.
Tenaga Medis RS Centra Medika Subang dr Fadw Isnaeni mengatakan, enam pekerja pabrik tepung yang mengalami luka bakar dibawa RS Centra Medika, dan enam ke RS Puri Asih Karawang. Sedangkan empat lainnya hanya mengalami luka ringan.
"Empat korban yang sempat dibawa ke RS Centra Medika dirujuk ke RSHS Bandung karena mengalami luka bakar parah. Para korban mengalami luka bakar di kepala, tangan, dan kaki. Kondisi para korban sadar penuh, namun karena ada luka bakar di kepala, pasien kami rujuk (ke RSHS Bandung). Sebab luka di kepala itu bisa mengakibatkan sesak napas," kata dr Fadw Isnaeni.
Saat ini, ujar dr Fadw, korban yang menjelani perawatan di RS Centra Medika dua orang. Sedangkan yang menjalani rawat jalan satu orang. "Alhamdulillah korban yang menjalani perawatan stabil, luka bakarnya hanya di kaki. Terakhir datang pasien baru dengan keluhan sesak napas akibat menghirup asap. Tapi kondisinya tidak parah," ujar dr Fadw.
Kasus ledakan mesin boiler di pabrik tepung ini dalam penyelidikan kepolisian. Sampai saat ini, pihak pabrik belum bersedia memberikan keterangan terkait ledakan mesin tersebut.
Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait