Lurah Margasuka membantah mengamuk di Posyandu dan menegaskan gebrakan meja yang dilakukannya bertujuan melerai cekcok yang terjadi. (Foto: iNews).

BANDUNG, iNews.id - Lurah Margasuka, Kota Bandung, Jawa Barat Darmawansyah membantah narasi yang menyebut dia mengamuk saat berada di kegiatan Posyandu. Dia mengakui sempat menggebrak meja, namun tindakan tersebut dilakukan untuk melerai adu mulut antara istrinya dan Kepala Puskesmas Cibolerang.

Darmawansyah menjelaskan, peristiwa itu terjadi saat dia bersama sang istri, yakni Regi yang menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak Posyandu Kelurahan Margasuka, melakukan monitoring wilayah di Balai RW 06, Kelurahan Margasuka, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung.

Menurutnya, kedatangan mereka bertujuan membahas pelaksanaan program Posyandu Remaja agar lebih tepat sasaran. Dalam pertemuan tersebut, Regi mengusulkan agar kegiatan Posyandu Remaja dan pemeriksaan gula darah dipindahkan dari hari kerja ke akhir pekan, khususnya Sabtu.

Namun, Kepala Puskesmas Cibolerang menyampaikan bahwa pada akhir pekan tidak ada tenaga kesehatan yang bertugas. Selain itu, kegiatan pemeriksaan gula darah disebut dapat dilakukan oleh kader Posyandu yang telah mendapatkan pelatihan.

Pernyataan tersebut kemudian dipersoalkan karena kader Posyandu yang dimaksud disebut belum pernah mendapatkan pelatihan pemeriksaan gula darah. Perbedaan pandangan itu akhirnya memicu adu argumen antara Ketua TP Posyandu dan Kepala Puskesmas.


Editor : Kurnia Illahi

Halaman Selanjutnya
Halaman :
1 2
BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network