Pendek kata, sabilulungan merangkum nilai-nilai filosofi dalam silih asah, silih asih, silih asuh dan silih wawangi. Sabilulungan memiliki arti atau makna seiya, sekata, sejalan, sependapatan, selangkah, sepemahaman, saling mendukung, menyayangi, memiliki rasa persaudaraan kuat, dan kebersamaan.
Walaupun sabilulungan merupakan kearifan lokal masyarakat Sunda, tetapi istilah ini justru belakangan lebih populer di Kabupaten Bandung. Sabilulungan kembali dipopulerkan dan disematkan sebagai nama gedung budaya yang berlokasi di Jalan Al Fathu, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung berseberangan dengan Kompleks Pemkab Bandung.
Gedung pertemuan indoor dan outdoor yang dilengkapi taman cukup luas itu kerap digunakan masyarakat untuk berkegiatan.
Lagu Sabilulungan
Bukan hanya gedung, seniman Sunda pun menciptakan lagu berjudul Sabilulungan yang berirama mars dan bersemangat. Lagu Sabilulungan diciptakan oleh seniman Sunda, Koko Koswara atau Mang Koko.
Selain lagu Sabilulungan, banyak karya Mang Koko lain, terutama terkait kakawih Sunda, baik yang telah dibukukan maupun hanya berupa naskah-naskah. Sebut saja, Resep Mamaos, Cangkurileung, Ganda Mekar, Bincarung, Pangajaran Kacapi, dan lain-lain.
Editor : Agus Warsudi
karnaval sabilulungan adat sunda Bahasa Sunda budaya sunda Budayawan Sunda seni dan budaya Sunda kabupaten bandung kota bandung
Artikel Terkait