Poster Polsek Bandung Wetan memperingatkan masyarakat agar waspada terhadap kejahatan jalanan. (FOTO: ISTIMEWA/POLSEK BANDUNG WETAN)
Agus Warsudi

BANDUNG, iNews.id - Beberapa bulan terakhir, warga Kota Bandung resah akibat marak kejahatan jalanan atau street crime, seperti jambret, begal, dan pecah kaca. Untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat, Polsek Bandung Wetan memasang spandik peringatan berisi informasi titik-titik rawan kejahatan jalanan itu.

Selain spanduk, Polsek Bandung Wetan juga mengunggah poster berisi peringatan sama di akun Instagram. Poster itu berisi ilustri tindak kejahatan dan tulisan, "Waspada Kejahatan Pecah Kaca, Begal Motor dan Jambret. Jangan menyimpan tas dan barang berharga di dalam mobil. Segera hubungi kami no. telp Polsek Bandung Wetan 022-4201741".

Sedangkan spanduk peringatan  terpasang di titik-titik rawan kejatan jalanan wilayah wilayah hukum Polsek Bandung Wetan, antara lain, Kelurahan Tamansari, Citarum, dan Cihapit. Sama seperti poster yang diunggah di Instagram, spanduk tersebut juga mengingatkan masyarakat agar waspada.

Dalam spanduk, selain nomor Mapolsek Bandung Wetan dicantumkan pula nomor handphone Kapolsek Bandung Wetan Kompol Asep Saepudin. Nomor itudapat dihubungi masyarakat yang melihat atau mengalami tindak kejahatan jalanan.

"Semua lokasi sekarang rawan termasuk jambret, pecah kaca, dan begal. Saya buat baligo di beberapa titik udah setahun yang lalu. Ada 20 sampai 30 Sekarang diperbarui lagi. Balihonya ada di Jalan Riau, Jalan Anggrek, sampai Jalan Trunojoyo," kata Kapolsek Bandung Wetan kepada wartawan, Rabu (2/11/2022).

Kompol Asep Saepudin menyatakan, sepanjang 2022, di wilayah Kecamatan Bandung Wetan kerap terjadi kejahatan jalanan. Sepanjang 2022, terjadi lima kasus begal, dua pecah kaca, dan aksi kekerasan yang diduga dilakukan anggota geng motor.

Terakhir, kasus kebrutalan anggota geng motor terjadi di Jalan RE Martadinata atau Riau, Kota Bandung pada Minggu 30 Oktober 2022 dini hari. Dalam peristiwa ini, seorang mahasiswa menjadi korban pengeroyokan oleh 20 anggota geng motor.

Video yang merekam aksi brutal anggota geng motor bersenjata parang itu pun viral di media sosial (medsos). Korban terluka di kepala. Sampai saat ini para pelaku pengeroyokan itu masih diburu petugas Unit Reskrim Polsek Bandung Wetan.

"Titik  rawan kejahatan jalanan, seperti Jalan Tamansari, Riau, Taman Pramuka, hingga sekitar jalan layang Prof Muchtar Kusumaatmadja atau flyover Pasupati," ujar Kompol Asep Saepudin. 

Pemasangan baliho itu, tutur Kapolsek Bandung Wetan, salah satu cara untuk mengantisipasi tindak kejahatan jalanan dan membuat masyarakat waspada.

"Harapannya masyarakat jadi lebih waspada dan pelaku juga sudah baca itu ngerem (berhenti beraksi) karena dia tau sudah diantisipasi oleh polisi," tutur Kapolsek Bandung Wetan.

Kompol Asep Saepudin mengatakan, selain memasang baliho, Polsek Bandung Wetan juga rutin menggelar patroli pada malam hari. Masyarakat juga diimbau agar tak keluar rumah pada larut malam.

"Jangan keluar terlalu malam. Jangan bawa HP dan barang berharga dan diperlihatkan. Kalau diikuti berhenti dulu ke kantor polisi atau ke SPBU. Segera aja laporan nanti kami hajar," ucap Kompol Asep Saepudin.


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT