Wakil Bupati Karawang, Aep Syaepulloh menerima bantuan 500 buah peti mati dari perusahaan. (Foto: iNews.id/Nilakusuma)

KARAWANG, iNews.id - Kabupaten Karawang kesulitan mendapatkan peti mati dalam waktu cepat menyusul tingginya kasus kematian akibat Covid-19. Saking butuhnya, Bupati Cellica Nurrachadiana mengerahkan perajin kayu di Karawang untuk membuat peti mati.

Menurut Cellica, angka kematian akibat Covid-19 mencapai 20 orang per hari. Angka ini cukup tinggi dibandingkan sebelum Lebaran. Kebutuhan akan peti mati juga semakin tinggi dan sulit didapat dibandingkan sebelumnya. 

"Kalau melalui vendor, kita kesulitan mendapatkan peti mati dalam waktu cepat. Makanya bantuan peti mati dari perusahaan sangat kita butuhkan," katanya, Senin (12/7/2021).

Cellica mengaku sejumlah perajin kayu di kecamatan Lemahabang dan Jatisari sudah diminta untuk membuat peti mati. "Sebelumnya kita punya stok peti mati sampai 400 buah, tersisa 200 buah. Karena angka kematian tinggi, dalam waktu beberapa hari persediaan menipis," katanya.

Menurut Cellica, seusai Lebaran kasus Covid-19 naik 700 persen. Parahnya lagi angka kematian juga tinggi yang jika dirata-rata mencapai 20 orang meninggal karena Covid-19. 

"Kami prihatin dengan tingginya angka kematian Covid-19 di Karawang. Makanya kami imbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati," ujarnya.

Sementara itu, Pemkab Karawang menerima bantuan 500 buah peti mati dari salah satu perusahaan pertambangan, PT Atlasindo Utama, Senin (12/7/2021). 

"Kami atas nama pemerintah daerah Karawang mengucapkan terima kasih atas bantuan peti mati ini," kata Cellica.


Editor : Asep Supiandi

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network