Di sisi lain, lanjut dia, petani juga disulitkan dengan terbatasnya pupuk bersubsidi dari pemerintah.
"Sehingga untuk memenuhi kebutuhan, petani mesti mencari pupuk di kios nonresmi yang harganya jauh lebih mahal. Akibatnya, biaya operasional yang mesti ditanggung petani pun tidak sebanding dengan harga jual gabah yang dihargai rendah," ujar dia.
Oleh karenanya, Nurkat Hadikusumo berharap, Luhut Binsar Pandjaitan bisa menjembatani dalam menampung aspirasi para petani tersebut. Ke depannya pemerintah bisa menetapkan kebijakan standardisasi harga gabah.
"Tanggapannya alhamdulillah kemarin direspon, tapi kita tinggal tunggu saja eksekusinya," ujar dia.
Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait