"Jadi, total temuan pada hari pertama sampai hari ketiga itu 38 kantong jenazah," kata Ade.
Dia menegaskan, data korban hilang bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai perkembangan di lapangan. Jumlah tersebut memungkinkan bertambah maupun berkurang.
Ade juga menjelaskan, hingga kini pihaknya masih menggunakan istilah evakuasi kantong jenazah. Hal ini karena tidak seluruh jenazah ditemukan dalam kondisi utuh sehingga memerlukan proses identifikasi lanjutan untuk memastikan identitas korban dan menghindari data ganda.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait