INDRAMAYU, iNews.id – Luapan Sungai Cimanuk di Desa Plumbon, Kabupaten Indramayu tak hanya merendam ribuan rumah warga. Banjir tersebut juga mengakibatkan arus lalu lintas di jalur Jatibarang-Indramayu lumpuh total.
Kapolres Indramayu, AKBP Yoris MY Marzuki mengatakan, rekayasa lalu lintas terpaksa dilakukan di jalur tersebut akibat terdampak banjir luapan Sungai Cimanuk. "Saat ini kita lakukan rekayasa lalu lintas dari Jatibarang ditutup dan dialihkan ke jalur Lohbener," kata Kapolres Yoris, Selasa (9/4/2019).
Dia menjelaskan rekayasa lalu lintas tersebut karena jalan tergenang banjir dan tidak dapat dilalui oleh kendaraan, baik roda dua maupun empat.
Selain itu, ketika kendaraan diperbolehkan melintas, kata Yoris. dikhawatirkan bisa menghambat jalur evakuasi karena masih banyak warga yang hilir mudik untuk melihat kondisi rumahnya. “Penutupan ini agar evakuasi para pengungsi semakin mudah dan juga masih tergenangnya jalur, sehingga bisa menghambat," ujarnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu Eddy Kusdiana mengatakan lima kecamatan di Kabupaten Indramayu terdampak banjir akibat luapan Sungai Cimanuk yang terjadi pada Senin (8/4) dan sudah meluas dibandingkan dengan pada hari pertama. "Saat ini sudah lima kecamatan yang terdampak banjir luapan Sungai Cimanuk," katanya.
Dia mengatakan lima kecamatan yang terendam banjir, yaitu Indramayu, Lohbener, Sindang, Cantigi, dan Pasekan.
Kondisi banjir terparah, kata Eddy, di Desa Kenangan, Kecamatan Indramayu, di mana ketinggian air di wilayah tersebut mencapai satu meter. "Untuk ketinggian air rata-rata sekitar 50 centimeter di wilayah lain yang terdampak banjir," ujarnya.
Pantauan di lokasi, banjir yang merendam lima kecamatan tersebut mulai berangsur surut. Ketinggian banjir bervariasi antara 30 cm-50 cm.
Warga Lohbener, Tutut mengaku masih khawatir dengan adanya banjir susulan mengingat curah hujan yang mengguyur Kabupaten Majalengka masih tinggi. “Kalau dari Majalengka masih hujan deras, air dari sana masuk ke Sungai Cimanuk dan bisa kembali meluap,” katanya.
Akibat banjir tersebut, kata dia, aktivitas warga terganggu lantaran hampir semua jalan terendam air. Selain itu, hingga saat bantuan makanan dan obat-obatan sejak semalam belum diterima warga.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait