Isu pemekaran provinsi di Pulau Jawa yang pernah heboh di media sosial merupakan kesalahan masyarakat dalam mencerna informasi yang beredar. (Foto: kominfo.go.id).
Reza Rizki Saputra

CIREBON, iNews.id - Isu pemekaran provinsi di Pulau Jawa yang pernah heboh di media sosial merupakan kesalahan masyarakat dalam mencerna informasi yang beredar. Faktanya ternyata informasi tersebut tidak benar.

Belakangan ini ramai perbincangan di media sosial mengenai isu pemekaran provinsi di Pulau Jawa. Unggahan di media sosial yang memperlihatkan gambar peta di Pulau Jawa dan terdapat informasi terkait rencana pemekaran sembilan provinsi baru di Pulau Jawa. 

Unggahan itu bertuliskan, Mungkin biar makin gampang kalo main KOTLA?".

Faktanya, unggahan yang menyebutkan rencana pemekaran sembilan provinsi baru di Pulau Jawa merupakan disinformasi. Mengacu buku Journalism, ‘Fake News’ & Disinformation (2018) terbitan UNESCO menjelaskan, disinformasi adalah kebohongan yang disengaja dan secara aktif diinformasikan oleh aktor jahat. Dengan kata lain, disinformasi merupakan informasi yang keliru dan orang yang menyebarkannya tahu bahwa itu salah, tetapi tetap menyebarkannya.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) Benny Irwan mengatakan, pemerintah belum memiliki rencana untuk memekarkan provinsi mana pun di Indonesia karena masih moratorium. 

Rincian daerah yang diklaim akan menjadi provinsi baru berdasarkan unggahan beredar di media sosial, yakni : 

1. Provinsi Tangerang Raya: Kabupaten Tangerang Utara dan Kota Tangerang Tengah, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Ibu kota provinsi berada di Kota Tangerang. 

2. Provinsi Bogor Raya (Pakuan Bagasasi): Kota Bogor, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur. Ibu kota provinsi berada di Kota Bogor. 

3. Provinsi Cirebon: Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Indramayu, dan Kabupaten Kuningan. Ibu kota provinsi berada di Kota Cirebon. 

4. Provinsi Banyumasan: Kota Purwokerto, Kabupaten Brebes, Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Cilacap, dan Kabupaten Kebumen. Ibu kota provinsi berada di Kota Purwokerto. 

5. Provinsi Daerah Istimewa Surakarta: Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Klaten, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Wonogiri, dan Kabupaten Sragen. Ibu kota provinsi berada di Kota Surakarta. 

6. Provinsi Muria Jaya (Jawa Utara): Kabupaten Kudus, Kabupaten Pati, Kabupaten Rembang, Kabupaten Grobogan, dan Kabupaten Blora. Ibu kota provinsi berada di Kudus. 

7. Provinsi Madura: Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sumenep, dan Kota Pamekasan. Ibu kota provinsi berada di Kota Pamekasan. 

8. Provinsi Mataraman: Kabupaten Kediri, Kota Kediri, Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Madiun, Kota Madiun, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ngawi, dan Kabupaten Pacitan. Ibu kota provinsi berada di Kota Kediri. 

9. Provinsi Blambangan: Kabupaten Jember, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, dan Kabupaten Lumajang. Ibu kota provinsi berada di Jember.

Rencana pemekaran sembilan provinsi baru juga dibantah oleh Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Jawa Barat, Tubagus Anfiari. Dia menjelaskan, Jawa Barat memang mengusulkan pemekaran daerah, namun bukan pemekaran provinsi baru.

Daftar delapan daerah yang diusulkan sebagai calon daerah persiapan otonomi baru (CDPOB) oleh Jabar, yaitu: 

1. Kabupaten Bogor Barat

2. Kabupaten Sukabumi Utara 

3. Kabupaten Garut Selatan 

4. Kabupaten Bogor Timur 

5. Kabupaten Indramayu Barat 

6. Kabupaten Cianjur Selatan 

7. Kabupaten Tasikmalaya Selatan 

8. Kabupaten Garut Utara

Itu dia fakta isu pemekaran provinsi di Pulau Jawa yang sedang ramai diperbincangkan di media sosial. Biasakan selalu cek setiap informasi beredar. Pastikan informasi tersebut berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.


Editor : Kurnia Illahi

BERITA TERKAIT