"Adaptasi pertama adalah terhadap isu 4.0. Semua pekerjaan rutin di daerah masing-masing harus diganti oleh teknologi. Sehingga, mereka-mereka yang memiliki pekerjaan rutin, yang terganti teknologi bisa bapak ibu geser menjadi fungsional untuk mengerjakan program-program yang dibutuhkan," tuturnya.
Kedua, disrupsi yang disebabkan oleh pandemi Covid-19. Dalam menghadapi disrupsi ini, dibutuhkan terobosan untuk menyelesaikan berbagai masalah akibat pandemi Covid-19.
"Harus paham dan beradaptasi terhadap Covid. Salah satunya naik akses digital, naiknya tingkat stres, naiknya tingkat orang yang berkesusahan, sehingga dibutuhkan terobosan yang luar biasa," ucapnya.
Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait