Dadang Ahyar Ismail, mantan atasan Taufik Hidayat pelaku penyekapan sadis terhadap wanita di Bandung. (Foto: iNews).

"Kalau misalkan dia rencana mau ke rumah saya, Pak Hendy siap-siap datang ke rumah. Pak Hendy nunggu di depan rumah. Si Opik datang, saya bawa masuk, Pak Hendy juga masuk," ucapnya.

Menurut Dadang, polisi sengaja tidak mengerahkan banyak personel karena khawatir Taufik akan kembali kabur jika mengetahui keberadaan aparat dalam jumlah besar.

"Kalau saya bawa anggota banyak, takutnya dia kabur lagi. Jadi Pak Hendy aja sendiri, terus pakai pakaian biasa biar enggak kelihatan," katanya.

Setelah tiba di rumah Dadang, Taufik sempat berbincang dengan polisi sebelum akhirnya dibawa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Datang ke sini, terus bersama Pak Hendy dibawa masuk dulu ke sini, ngobrol. Setelah ngobrol sebentar, barulah dibawa," ucapnya.

Selain itu dia juga menegaskan, bahwa tidak memiliki hubungan keluarga dengan Taufik. Keduanya hanya pernah bekerja bersama dan hingga kini pelaku masih menganggapnya sebagai sosok yang dituakan.

"Tahun 2023-2024 pernah satu pekerjaan. Kebetulan saya kan paling tua, jadi yang dituakan. Anak-anak kalau ada apa-apa telepon ke saya, termasuk si Opik juga," katanya.

Berkat komunikasi dan pendekatan persuasif tersebut, Taufik akhirnya menyerahkan diri tanpa perlawanan dan proses hukum dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.


Editor : Kurnia Illahi

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network