ODGJ itu, ujar Ari, sempat menolak diberi pakaian dengan alasan badannya kotor. Namun Ari tek menyerah, terus berupaya membujuk hingga ODGJ tersebut bersedia mengenakan pakaian yang diberikannya.
Ari memberikan celana panjang dan kaus sehingga hanya Ari hanya mengenakan jaket dan celana pendek. "Awalnya sih, (ODGJ) nolak, gak mau (diberi pakaian), terus sama saya dibujuk. Akhirnya mau," ujarnya.
Ari berharap hal serupa dapat dilakukan oleh warga Kota Bandung lainnya. Bagaimanapun, bantuan harus diberikan tanpa memandang status atau keadaan seseorang.
"Kalau dari saya mah, kita harus saling bantu tanpa pandang bulu. Mau itu orang gila atau apa. Jangan gak mau (membantu) karena itu orang gila karena bau atau apa. Jadi kita harus membantu," tutur Ari.
Editor : Agus Warsudi
ODGJ gangguan jiwa idap gangguan jiwa pasien gangguan jiwa penyandang gangguan jiwa pengidap gangguan jiwa orang gila driver ojol ojol
Artikel Terkait