Rumah milik Dadang (38) warga Kampung Gentong RT 002/005, Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi ambruk akibat hujan dan angin kencang. (FOTO: DHARMAWAN HADI)
Dharmawan Hadi

SUKABUMI, iNews.id - Wiwin (48), janda, warga Kampung Panenjoan RT 02/07 Desa Tenjojaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi selamat dari musibah rumah roboh. Saat kejadian, Wiwin dan anaknya hendak melaksanakan sholat subuh, sehingga berhasil menyelamatkan diri.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cibadak Daming Supriatna mengatakan, rumah korban roboh akibat diterjang hujan deras disertai angin kencang. Tempat tinggal Wiwin ambruk sekitar pukul 04.30 WIB. Saat itu, korban dan anaknya akan melaksanakan sholat Subuh. 

Tiba-tiba terdengar suara bambu seperti mau patah. Lalu Wiwin dan anaknya bergegas keluar rumah dan tidak lama rumahnya ambruk, rata tanah. Dapat dibayangkan jika saat itu korban sedang tidur nyenyak, pasti terluka akibat tertimpa material bangunan.

"Beruntung korban segera keluar rumahnya, sehingga tidak ada korban luka maupun jiwa akibat insiden ini. Kerugian materi yang dialami korban sekitar Rp10 juta," kata Daming Supriyatna. 

Daming menyatakan, korban akan menetap sementara di rumah salah satu anaknya. "Saat ini bantuan yang diperlukan berupa bahan bangunan untuk rehabilitasi rumah korban yang ambruk," ujar Daming.

Peristiwa rumah roboh akibat terjangan hujan deras disertai angin kencang juga terjadi di Kecamatan Palabuhanratu. Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Palabuhanratu Ujang Nuryaman mengatakan, rumah milik Dadang (38) warga Kampung Gentong RT 002/005, Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, ambruk pada Senin (21/3/2022) sekitar pukul 02.00 WIB.

"Rumah yang dihuni oleh satu kepala keluarga (KK) dengan 3 jumlah jiwa itu, rusak berat. Sehingga, seluruh penghuni rumah harus mengungsi karena bangunan tempat tinggal mereka ambruk," kata Ujang Suryaman kepada MNC Portal Indonesia (MPI).


Editor : Agus Warsudi

BERITA TERKAIT