Daryono mengingatkan masyarakat tidak mendekati kawah, fumarola, maupun rekahan yang mengeluarkan gas hanya untuk mendapatkan foto atau video.
“Jangan menjadikan blue fire sebagai alasan untuk mendekati kawah demi foto atau video. Jangan mendekati lubang fumarola atau rekahan yang mengeluarkan gas, jangan memasuki area yang telah dibatasi petugas, dan hindari berlama-lama di cekungan atau tempat rendah karena gas tertentu dapat terakumulasi di sana,” katanya.
Masyarakat yang berada di kawasan gunung juga diminta segera menjauh apabila mencium bau belerang yang sangat menyengat, mengalami mata atau tenggorokan perih, pusing, sesak napas, atau melihat kepulan gas bergerak ke arah mereka.
“Pesan terpentingnya sederhana: blue fire memang indah, tetapi jangan mengejarnya. Dalam mitigasi gunung api, keselamatan lebih penting daripada mendapatkan foto terbaik. Patuhi zona aman dan rekomendasi resmi PVMBG serta pengelola kawasan,” katanya.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait