Meski demikian, Dedi menegaskan masyarakat tidak boleh melakukan tindakan main hakim sendiri. Hadiah hanya akan diberikan apabila pelaku begal diserahkan kepada pihak kepolisian dalam keadaan selamat dan tanpa mengalami luka serius.
Dia berharap sayembara tersebut dapat menjadi salah satu upaya menekan angka kriminalitas, sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan melalui kegiatan ronda dan sistem keamanan lingkungan (siskamling).
"Dibuat untuk memicu orang, misalnya ronda, ya sudah deh meronda saja nanti kan kalau ada maling ayam lumayan. Nah yang seperti itu kan harus dipacu warga kita. Warga kita kan belum seperti di negara maju lainnya," ucapnya.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait