Sementara itu, Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon Himawan mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap uang palsu, terutama menjelang Lebaran.
Dia menjelaskan bahwa meskipun tampak mirip, kualitas uang palsu sangat berbeda dengan uang asli. Bahan yang digunakan bukan serat kapas, melainkan kertas biasa yang diproses agar terlihat tebal.
Selain itu, unsur pengaman seperti hologram juga terlihat kasar karena tidak berubah warna saat dilihat dari sudut berbeda. Hal ini menjadi ciri penting untuk membedakan uang asli dan palsu.
Masyarakat diimbau untuk selalu menerapkan metode 3D, yaitu dilihat, diraba, dan diterawang, saat menerima uang tunai. Jika menemukan uang mencurigakan, segera laporkan ke pihak berwajib guna mencegah peredaran uang palsu di Cirebon semakin meluas.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait