Dia mengungkapkan, pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga tidak mencatat adanya anomali muka air laut di sepanjang Selat Sunda.
"Berdasarkan data BMKG di periode 4-6 September tidak ada anomali terhadap muka laut yang menandakan, tidak adanya potensi tsunami," ucapnya.
Membaiknya kondisi atmosfer di sekitar Gunung Anak Krakatau turut memberikan dampak terhadap aktivitas penerbangan. Seluruh NOTAM keselamatan penerbangan saat ini berada dalam status hijau dan biru.
Kementerian Perhubungan kemudian membuka kembali operasional sejumlah bandara yang sebelumnya sempat ditutup akibat dampak aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Meski aktivitas erupsi mulai melandai, Badan Geologi belum menurunkan status Gunung Anak Krakatau. Gunung tersebut masih berada pada Level III atau Siaga.
Masyarakat dan wisatawan tetap dilarang melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat kawah aktif Gunung Anak Krakatau. Pembatasan ini diberlakukan sebagai langkah mitigasi mengingat aktivitas vulkanik masih berlangsung.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait